Seharusnya Ada JPO di Daerah Stasiun Lenteng Agung

Sudah 3 tahunan ini saya wara-wiri Depok-Jakarta untuk berangkat dan pulang kerja. Sampai saat ini titik-titik kemacetan yah cuman itu-itu aja, salah satunya di stasiun Lenteng Agung. Sebenarnya sumber permasalahan kemacetan di daerah ini ada dua, Pertama: Orang Nyebrang, Kedua: Angkot/bis Ngetem. Sumber permasalahan tersebut bagi saya aneh aja klo tidak ada solusinya terlebih sudah 3 tahun saya lewat situ………!!!!!. padahal saya yakin sekali klo ada niat untuk merubahnya pasti ada jalan keluar/solusinya.

JPO Detos-Margonda

Lantas Solusinya seperti apa?untuk sumber permasalahan pertama tentu perlu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). JPO memang simalakama, sudah banyak kejadian JPO tidak termanfaatkan dengan baik. Yah memang membuat pejalan kaki malas untuk melewatinya karena membutuhkan waktu yang lebih lama daripada menyeberang langsung, terkesan ribet dan perlu tenaga ekstra. Tapi menurut saya, habits dan persepsi Masyarakat kita lah yang membuat keadaan seperti itu dan  itu bisa dirubah. Salah satu contohnya JPO yang baik adalah di Depok daerah Detos-Margo dan Terminal-Ramayana. Saya masih ingat betul saat belum ada JPO, ribetnya minta ampun untuk menyeberang  jalan dari Detos-Margo, sampai perlu bantuan pak satpam untuk mengaturnya. JPO Terminal-Ramayana juga awalnya tidak termanfaatkan dengan baik namun oleh pak pol mulai dimaksimlakan dengan melarang pejalan kaki menyeberang Jalan langsung, harus lewat JPO.

Sumber Permasalahan kedua (angkot/bis ngetem) sudah pasti perlu tindakan tegas dari Pak Pol. Saya paham dan aware juga, bahwa kegiatan ngetem tersebut merupakan salah satu bentuk upaya sang sopir agar angkot terisi penuh sehingga meminimalisir tidak terpenuhinya target pendapatan. Tapi perlu adanya aturan untuk lebih tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.

Semoga JPO dan penertiban Angkutan umum bisa dimaksimalkan sehingga membantu mengurangi kemacetan di seputar stasiun Lenteng Agung.

Tags: , ,

About beckhem

Cuma pengen sharing2 aj

2 responses to “Seharusnya Ada JPO di Daerah Stasiun Lenteng Agung”

  1. moronbikerid (@moronbikerid) says :

    wah usul yg usianya sudah hampir dua puluh tahun. mungkin lebih dari sepuluh tahun yg lalu ada usul serupa yang (kala itu hanya bisa) termuat di surat pembaca harian nasional.

    keramaian lt. agung ada 2 penyebab utama:
    1. stasiun lenteng agung sehingga lalu lalang orang banyak
    2. pasar lenteng agung yg berada di jalan sempit.

    kenapa tidak juga dibangun JPO? secara geografis agak repot. biasanya JPO di ruas jalan ini juga harus melompati rel KA. sementara di lenteng agung, posisi rel lebih tinggi ketimbang jalan raya di sisi barat. sementara jalan raya di sisi timur juga tidak terlalu lebar sehingga konstruksi jembatan penyeberangannya mungkin kurang efisien.

    • beckhem says :

      Kalo ada 2 JPO gimana?untuk menyebrang di tiap2 jalur (jalur ke pasar minggu dan ke depok), memang secara efektifitas sih lebih enakan langsung nyebrang coz jaraknya cuman 8 m-an (3 lajur) jadi tak sererpot nyebrang 6 lajur (seperti di Margonda).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: