Kalo Lebih Pelan…….Gunakanlah Lajur Kiri

Ketika berkendara di lajur kanan/cepat (untuk jalan yang memiliki minimal 2 lajur, termasuk tol) kadangkala atau bahkan mungkin sering kita jumpai kendaraan di depan kita lebih lambat. Padahal klo dicermati, lajur kanan baik di jalan protokol maupun jalan tol memang digunakan untuk kendaraan yang melaju lebih cepat, high speed. Annoying?ya iyalah……dalam artian ya mbok ngerti dan ngalah lah klo lebih lambat, kasih jalan buat yang lebih cepet. Mengganggu flow kendaraan….!!!!!

Kalo di jalan tol rambu-rambunya sudah jelas sekali terlihat, lajur ini untuk kendaraan truk/bis, lajur ini untuk kendaraan yang lebih lambat, lajur ini untuk mendahului/lebih cepat. Nah klo di jalan protokol/arteri(biasa)?kesadaraan pengendaranya lah yang harus dimunculkan. Jalan tol saja yang sudah jelas rambu rambunya kerap kali masih ada yang “bahlul” apa lagi di jalan biasa.

Lantas bagaimana caranya untuk mengingatknnya?cukup dengan memberikan kombinasi isyarat klakson, sein maupun dim untuk minta jalan. Kalo masih “budeg”, sudahlah cap aja pengendara itu tolol, bahlul, atau istilah keren yang pernah saya dengar di radio, kena virus O2N xixixixi……..

Tidak salahnya pula jika kita memulai dari diri kita dan orang-orang terdekat kita, pelan……lajur kiri……….!!!!!!!

About beckhem

Cuma pengen sharing2 aj

2 responses to “Kalo Lebih Pelan…….Gunakanlah Lajur Kiri”

  1. moronbikerid (@moronbikerid) says :

    wihihihi … saya juga sering merasakan hal serupa. tapi perlu diingat, berapa kecepatan anda sekarang ketika merasa terganggu oleh kendaraan yg lebih pelan di lajur kanan?

    ibaratnya, kalopun pake kendaraan butut yg akselerasinya lemot tapi butuh melaju di atas 60 kpj dan terhambat kendaraan di depannya, maka dia boleh menyalip di lajur kanan dong? masalahnya barangkali lebih banyak kendaraan yang melaju jauh di atas 60 kpj (bahkan 80 kpj) yang butuh menggunakan lajur kanan juga. sehingga kendaraan butut ini dianggap menghambat.

    untuk pengendara motor alon2 barangkali karena dia ingin menghindari berbagai hazard di lajur kiri semisal:
    * jalan menyempit
    * angkot ngetem
    * angkot menaikkan/menurunkan penumpang
    * perangkat drainase jalan yg tidak rata
    * pejalan kaki yg turun dari trotoar utk menghindari pedagang K5

    bahkan untuk di ruas jl. raya ps. minggu, lajur kanan justru lebih sering terhambat kendaraan yang ingin memutar arah atau belok ke seberang jalan. sehingga lajur kanan tidak optimal untuk kecepatan lebih tinggi.

    saya sudah pada tahap pasrah dengan kondisi lalu lintas jabotabek. jadi nrimo saja. kalo mau nyaman, siap melaju 40 kpj ke bawah di lajur kiri. nyaman tentram gak perlu kebut2an. kalo ada angkot/angkutan umum menghalang, ya ikut berhenti saja.

    sudah kapok memotong ke kanan lalu ditumbur pengendara motor yg sedang balapan liar (waktu liat spion sih gak ada lampu kendaraan yg berada di dekat saya).

    • beckhem says :

      cerita yang terakhir sering tak alamain juga cuman g nyampe nabrak tapi cuman mepet aja….jadi kalo mau ke kanan bianay selain liat spion tak usahain mendengar suara motor dibelakang kanan……siapa tahu ada yang ngebut….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: