Punya Pinjaman Di Bank?Jangan Telat Bayar Angsuran……..!!!!!!!

Saat ini masyarakat memiliki akses jasa layanan financial ke Lembaga keuangan khususnya Bank semakin mudah. Baik dari produk tabungan maupun pinjamana/kredit. Namun semakin mudahnya akses tersebut tentunya telah di antispasi Bank, pastinya dibantu oleh regulator nya yakni Bank Indonesia. Bank Indonesia memiliki peran penting dalam kontrol moneter termasuk didalamnya mengatur Bank-Bank yang ada di Indonesia.

Kembali ke layanan produk lembaga keuangan, khususnya pembiayaan/pinjaman/kredit. Produk ini lah penggerak bisnis lembaga keuangan Bank,  dari sinilah Bank mendapatkan imbal jasa berupa bunga (konvensional) maupun margin/bagi hasil/upah (Syariah). Sebagai regulator Bank Indonesia (BI) tentunya membuat aturan sedemikan rupa untuk mengamankan produk tersebut dari pihak-pihak tak bertanggung jawab, kenapa?tentu saja terkait dana yang dipakai, dana yang diapakai adalah dana masyarakat penabung…!!!!! bisa Anda bayangkan jika anda menyimpan dana di Bank kemudian oleh Bank dimanfaatkan untuk membiayai nasabah peminjam dan kemudian nasabah itu kabur, dana Anda tentu tidak aman…..!!!Eitss….tenang dana Anda tetap dijamin kok, lho kok bisa?yup cuman satu kuncinya, pastikan Bank anda termasuk atau terdaftar dalam Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dana Anda akan terjamin sampai maksimal Rp 2 M.

Kondisi diatas belum seberapa, coba Anda bayangkan nasabah yang kabur tersebut mencari celah lagi dengan meminjam ke Bank lain, makin banyak lagi dana yang terbuang percuma/dirampok. Untuk itulah BI membuat aturan agar seluruh data nasabah peminjam (pinjaman) dilaporkan secara berkala. Maka dari itu jangan heran jika pihak Bank mengetahui apakah Anda memiliki pinjaman atau di suatu Bank. Tidak hanya sekedar itu dalam laporan tersebut dilaporkan pula tingkat kepatuhan Anda dalam membayar kewajiban (angsuran), istilah lainnya kolektibilitas (kol). Ibarat Kata nasabah peminjam memiliki rapor, tentunya rapor tersebut bermanfaat bagi Bank untuk meminimalisir resiko dana yang terbuang/hilang percuma, lebih tepatnya tidak diberikan ke orang yang salah.

Berapa saja nilai dalam “rapor”?cuman ada 5 tingkatan. Lancar, Dalam perhatian Khusus, Kurang lancar, Diragukan dan Macet. Bagaimana Kondisi tiap tingakatan?Cekidot:

1. Lancar

Pembayaran Angsuran Tepat Waktu dan Tidak Ada Tunggakan.

2. Dalam Perhatian Khusus

Terdapat Tunggakan Pembayaran Angsuran Pokok dan/atau Margin belum melampaui 3 bulan.

3. Kurang Lancar

Terdapat Tunggakan Pembayaran Angsuran Pokok dan/atau Margin telah melampaui 3 bulan belum melampaui 6 bulan.

4. Diragukan

Terdapat Tunggakan Pembayaran Angsuran Pokok dan/atau Margin telah  melampaui 6 bulan belum melapaui 9 bulan.

5. Macet

Terdapat Tunggakan Pembayaran Angsuran Pokok dan/atau Margin telah melampaui 9 bulan.

Nah biasanya Bank akan “berupaya” menolak memberikan Kredit/pinjaman jika Anda pernah dapat Kolektibilitas  2 (Dalam Perhatian Khusus), kecuali dengan alasan-alasan/penjelasan-penjelasan tertentu. Kolektibiltas 2 saja sudah Warning apalagi Kolektibilitas 3-5, sudah pasti Akan di Blacklist. Artinya Anda jangan harap bisa mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank…..!!!!!!!!

Sekarang Anda tahu betapa pentingnya sebuah kolektibilitas Angsuran terhadap fasilitas pinjaman Anda yang miliki, jangan sampai Anda salah melangkah yak…………..!!!!!!!! so Jangan Telat Bayar Angsuran…..!!!!!!!!Be Careful …..!!!!!!;-)

Tags: , , , ,

About beckhem

Cuma pengen sharing2 aj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: