BBM Bersubsidi, Solusi Enaknya Gimana?

Masalah BBM Bersubsidi beberapa waktu terakhir cukup menarik dan membuat saya berpikir, Solusi enaknya gimana ya?. Yah klo pun ada mungkin ga 100% bisa enak, lha didunia ini ga ada yang sempurna kok, yang sempurna cuma Allah SWT yo tho?.

Hmm….lebih enak ngurai masalah dasarnya dulu. Pada awalnya pemerintah berniat untuk mengurangi subsidi BBM sebagai alternatif efisiensi beban APBN. Dana Subsidi BBM nantinya akan disubtitusi ke pos anggaran lain sperti pembangunan jalan, sekolah, kantor, sekolah, rumah susun dll. BBM subsidi itu apa saja?setahu saya itu Premium dan Solar/BioSolar, koreksi sajah klo ada salah. Pertamax, Pertamax Plus dan Dex termasuk BBM Nonsubsidi.

Opsi apa saja yang akan diambil pemerintah untuk mengurangi subsisdi tersebut? Pada 2010 dilakukan dengan membatasi penggunaan BBM bersubsidi pada kendaraan roda 4 keatas keluaran tahun 2005 keatas. Kemudian pada 2011 ada tiga opsi yang rencananya akan dilakukan pemerintah yaitu :
1. Menaikkan harga premium Rp500/liter, sementara angkutan umum akan diberi cashback.
2. Perpindahan konsumsi BBM dari premium ke pertamax di mana harga pertamax ditetapkan sekira Rp8.000/liter.
3. Penjatahan konsumsi premium dengan menggunakan kartu kendali terhadap semua angkutan umum dan pribadi.

Tapi kenyataan dilapangan, penerapan kebijakan tersebut njlimet g keruan, BBM Langka, Ngantri panjang, Mobil pribadi masih make BBM bersubsidi, SPBU g siap nglayani yang BBM nonsubsidi, Iri antar pemilik kendaraan etc. Sehingga bisa dikata, Belum ada yang pas, opsi yang realistis menurut Pak Jusuf Kalla naikin aja harganya, ke harga normal aja. Tapi ada rasa kasihan juga sama sopir angkot dan penyedia jasa transportasi, mw g mw ikut naikin ongkos tarif angkot/transportasi, orang yang jauh dari akses transportasi costnya jadi lebih tinggi, ujungnya ya nti inflasi naik, repot toh yo?yah sperti kata pembuka diawal, g ada yang enak sempurna 100%.

Menurut saya pembatasan BBM bersubsidi bisa dilakukan. Pengurangan subsidi BBM tak terlepas dari meningkatnya jumlah kendaraan yang berimplikasi terhadap meningkatnya kebutuhan BBM sehingga pemerintah g kuat nalangin subsisdi lagi. Kenapa jumlah kendaraan meningkat? tidak bisa dipungkiri populasi masyarakat terus bertambah, daerah baru juga ikut bertambah (eksplorasi), kebutuhan transportasi tentunya bertambah. Dari data BPS, jumlah kendaraan darat di Indonesia tahun 2009 saja 70 jt kendaraan, diitung-itung pertumbuhannya sekitar 7%an. Jadi sekarang mungkin dah nembus angka 80 Jt. Ada yang bisa ngasih data lebih valid?thx.

Dari 80 Juta tersebut sebagian besar adalah kendaraan pribadi, untuk prosentasenya saya belum nemu datanya, namun secara gampangan bisa dikatakan demikian. Coba Anda perhatikan angkutan umum didaerah Anda, lebih banyak mana angkutan umum atau kendaraan pribadi. Dari sinilah saya berpikir pembatasan BBM bersubsidi sebaiknya khusus untuk Kendaraan Transportasi Umum saja. Kendaraan roda dua? sama saja asalkan dijadikan Transportasi Umum.

Skema pembatasannya seperti apa? dipikiran saya cuma satu, Plat Nomor Kendaraan. Plat nomor kendaraan merupakan ID kendaraan berikut pemiliknya setuju? karena nomor pada plat nomor kendaraan Anda akan tercantum di STNK dan BPKB bukan?.

Di Indonesia sepertinya cuman ada 4 jenis Plat Nomor, Hitam, Merah, Kuning dan Hijau, koreksi klo salah ya. Plat nomor Hitam sudah pasti diperuntukkan untuk kendaraan pribadi apapun jenisnya. Plat nomor Merah diperuntukkan untuk kendaraan mlik Pemerintah apapun jenisnya. Plat nomor Kuning untuk kendaran Umum/Transportasi. Plat nomor Hijau diperuntukkan untuk kendaraan milik militer/TNI.

Nah dengan adanya pembagian tersebut, Pemerintah tentunya memiliki power yang lebih fokus untuk menciptakan kebijakan subsidi BBM, Subsisdi BBM Plat Kuning Saja. Kenapa? kendaraan umum cuy, hajat orang banyak lho. Implikasi simpelnya, jika saja transportasi murah, pemerintah bisa menekan laju pertumbuhan kendaraan pribadi, masyarakat akan beralih ke transportasi umum karena lebih hemat make transportasi umum. Komoditas yang menggunakan jasa transportasi tentunya dapat menekan biaya operasional akibatnya harga komoditasnya jadi lebih murah. Tentu Angkutannya juga tahu diri juga lah, perbaikin tuh trasnportasinya biar lebih nyaman, seperti kursi lebih empuk, ada musik/tv etc. Dishub juga harus kontrol ketat kendaraan laik jalan.

Lha klo motor gimana?Klo motornya buat niaga, wajib pake plat kuning. Buat ngojek, nganterin barang, nganter paket, yah pokoknya buat niaga/usaha, pake plat Kuning. Kendaraan ini juga bener-bener harus diawasi laik jalan apa ga, jangan sampe banyak kecelakaan.

SPBU juga harus bisa menyediakan pelayanan kendaraan yang menggunakan BBM subsidi dan nonsubsisdi. Kontrol SPBU juga bisa diperketat dengan menempatkan smacam chip di Plat Kuning no yang nantinya akan mendeteksi apakah ngisinya normal ato niat mau nimbun BBM.

hmm……mungkin itu uneg-uneg solusi yang ada dipikran saya, just sharing saja, sapa tahu bermanfaat hehee…..see u later….:-)

Tags: , , , , , , , , , ,

About beckhem

Cuma pengen sharing2 aj

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: